How to Keep Our Money Value - Melania Credit Union

How to Keep Our Money Value

By William Setiadi | Artikel

Jan 16
how to keep our money value

Ekonomi di tahun 2023 diramalkan suram. Banyak ekonom yang memprediksi kondisi ekonomi di tahun 2023, tidak terkecuali Presiden Jokowi, pada tanggal 30 November 2022 menyampaikan bahwa saat ini dunia sedang dilanda berbagai krisis, dan diperkirakan akan menghadapi resesi global pada tahun 2023.

Dalam mengatasi hal tersebut, investasi dipandang menjadi salah satu cara untuk mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi (artikel asli). Hal ini tentu saja membuat ketakutan bagi sebagian besar rakyat Indonesia, alih-alih hendak waspada yang terjadi adalah kepanikan terutama yang tidak sepenuhnya memahami tentang perekonomian maupun juga sebagian masyarakat yang bergerak di sektor UKM.

Dampak dari kepanikan diantaranya masyarakat mengalihkan sebagian atau seluruh dana-dana yang sebelumnya diinvestasikan baik berupa tabungan, deposito, saham, reksadana maupun instrumen investasi lainnya menjadi uang cash atau yang mudah dicairkan. Sangat wajar jika sebagian masyarakat kita mengalami ketakutan atas ancaman resesi.

Sebenarnya apakah resesi ini?

yang terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif, pengangguran meningkat, maupun pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Sejak Covid-19 melanda di negara kita, bulan Maret 2022, aktivitas ekonomi mulai terganggu dan berakibat pada pelemahan daya beli serta perlambatan ekonomi. Hal ini juga yang salah satu penyebab dari adanyanya resesi.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kita menyikapi resesi ini, terutama bagi kita Anggota MCU?
Berikut beberapa tips yang dapat kita lakukan saat ini:

1. Selalu Gunakan Rumus Perencanaan Keuangan

Diantara banyak rumus perencanaan keuangan yang umum diterapkan, diantaranya membagi pendapatan menjadi 10-20-30-40. Angka tersebut jika diterjemahkan yaitu:
10% – Kebaikan
Besar atau kecil, berapa pun penghasilan Anda usahakanlah untuk selalu berbuat kebaikan. Definisi berbuat kebaikan amat luas, tidak terbatas hanya pada memberikan donasi di tempat ibadah, tapi juga hal lain seperti berbakti kepada orang tua dan memberikan bantuan kepada orang lain yang membutuhkan.
Bila Anda masih dalam tahap awal berkarier sehingga penghasilan belum besar, bisa lebih kecil dari angka tersebut tapi usahakan tetap ada. Sebaliknya, persentase bisa lebih besar bila karier atau usaha Anda sudah sukses.

20% – Investasi dan Dana Darurat
Disebut juga alokasi untuk masa depan. Dalam konteks keuangan, persiapan untuk masa depan mencakup dana darurat, dana pendidikan anak, dana pensiun, mengembangkan kekayaan, dan dana untuk berbagai tujuan keuangan lainnya.
Untuk pemenuhan masa depan tersebut bisa menggunakan berbagai produk jasa keuangan dan investasi contohnya di MCU seperti Tabungan Melania, Tabungan Masa Depan Terencana (TAMARA) dan untuk investasi, Anda dapat menggunakan produk Simpanan Sukarela Berjangka (SSB). Dengan suku bunga yang kompetitif tentu dapat mengembangkan dana Anda dan tentunya menjaga nilai uang Anda. Suku bunga dapat dilihat pada tabel berikut ini.

30% – Cicilan Produktif
Sepanjang utang dan cicilan yang Anda miliki adalah untuk pembelian aset yang sifatnya produktif, menunjang pekerjaan, dan besarnya cicilan per bulan tidak melebihi 30% dari penghasilan, maka masih bisa dikatakan wajar. Contohnya, cicilan rumah, kendaraan, atau peralatan untuk kebutuhan wajib. Untuk rumah dengan status sewa juga bisa dimasukkan dalam alokasi ini. Dengan menjadi Anggota MCU, ragam produk pinjaman dapat Anda ajukan sesuai dengan kebutuhan.

40% – Kebutuhan Hidup
Persentase ini idealnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari termasuk biaya makan, minum, transportasi, tagihan listrik, air, telepon, pulsa telepon, langganan televisi, keanggotaan olahraga, hobi, pakaian, rekreasi dan sebagainya. Semua yang sifatnya kebutuhan pokok, sampai gaya hidup bisa dimasukkan dalam alokasi ini.

Nah bagaimana apakah Anda memiliki rumus yang berbeda? silakan tuliskan di kolom komentar.

2. Lihat Kembali Portofolio Investasi

Bagi Anda, Anggota MCU, memiliki produk wajib diantaranya adalah TASKA dan Tabungan Melania. Produk tersebut merupakan bagian dari investasi Anggota MCU selain juga produk Simpanan Sukarela Berjangka (SSB). Sampai saat ini khususnya pada produk Tabungan Melania memberikan suku bunga 5% p.a. Dimana angka ini jika dihubungkan dengan inflasi yang berjalan di bulan Januari 2023, minggu ke-3 yang diperkirakan sebesar 0,41% mtm masih tetap menghasilkan keuntungan. Bahkan jika dihubungkan dengan target inflasi Pemerintah di tahun 2023 yaitu 3% +/-1%, masih menghasilkan keuntungan 1-2% per tahun. Yang artinya nilai uang tetap terjaga bahkan tumbuh sebesar 1-2%.

Hal ini tentu akan berbeda perhitungannya jika Anda memiliki produk Simpanan Sukarela Berjangka (SSB). Dengan suku bunga yang lebih kompetitif akan menjaga nilai uang dan mengembangkan dana yang dimiliki.

Dan dari semua hal tersebut, tidak saja hanya berupa investasi keuangan namun juga investasi kebaikan.

Hal inilah yang kelebihan MCU dibandingkan lembaga keuangan lainnya. Tidak saja hanya menghasilkan investasi keuangan namun investasi kebaikan.

3. Hiduplah dengan sewajarnya dan nggak perlu panik.

Tetap lakukan konsumsi seperti biasa karena ini bisa membantu ekonomi tetap tumbuh. Ingat konsumsi masyarakat berperan besar pada pertumbuhan ekonomi kita. Namun, Anda tetap perlu berkomitmen pada rencana keuangan dengan tetap menyisihkan uang untuk tabungan dan investasi serta dahulukan kebutuhan. Kurangi pembelian-pembelian sesuatu yang sebetulnya tidak terlalu diperlukan, apalagi sifatnya hanya kesenangan jangka pendek. Gunakan fasilitas asuransi kesehatan Anda jika harus berobat misalnya BPJS, sehingga tidak mengganggu likuiditas keuangan.

Tidak perlu panik hingga mengumpulkan atau menarik dana yang berlebihan. Memegang cash dalam jangka waktu panjang justru akan merugikan kita sendiri.

Mengapa demikian?

Inflasi membuat nilai uang saat ini dengan beberapa tahun mendatang tidak akan sama lagi. Sebagai contoh, dengan Rp500 ribu saat ini bisa mencukupi kebutuhan belanja satu minggu. Namun, di masa mendatang uang tersebut kemungkinan nggak akan cukup lagi, karena naiknya harga-harga.

Resesi yang diramalkan pada tahun 2023 mungkin saja bisa terjadi. Namun kita tidak perlu panik yang berlebihan. Kita perlu ingat bahwa resesi adalah bagian dari siklus bisnis atau ekonomi, bagaimanapun kita harus melewatinya dan melakukan recovery secepat mungkin. Karena tidak mungkin kita selalu dalam kondisi baik-baik saja. Cermati perkembangan kondisi ekonomi terbaru dan mulailah memanfaatkan peluang disekitar Anda yang dapat bernilai ekonomi. Jangan ragu untuk usaha kecil-kecilan jika dirasa kondisi keuangan Anda masih lemah, karena kita jelas butuh tambahan penghasilan untuk menopang keuangan keluarga.

Ingat kata ilmuwan Albert Einstein “in the midst of every crisis, lies great opportunity

Tetap optimis untuk kita semua. Percayalah badai pasti berlalu, karena pelangi akan muncul setelah hujan.

Bagikan artikel ini jika dirasa memberikan manfaat untuk Anda.

Follow

About the Author

Caretaker MCU sejak tahun 2006 hingga saat ini. | Penikmat kopi hitam, buku-buku motivasi. | Saat ini aktif menulis pada blog William Setiadi

(2) comments

Add Your Reply