Tips Sederhana Dalam Pengaturan Keuangan

keuangan

Oprah Winfrey pernah berkata, “Keberuntungan terjadi saat kesempatan bertemu dengan persiapan”. Dalam hidup kita ini sesungguhnya banyak sekali kesempatan yang datang menghampiri tetapi kita sendiri yang terkadang tidak siap mengambil kesempatan itu.

Seandainya Anda saat ini adalah orang tua, ketika anak Anda minta dibelikan motor atau mobil, apakah Anda akan langsung memberikannya? Saya percaya Anda baru akan memberikan pada anak jika Anda pikir dia sudah siap serta terdapat dana yang telah dipersiapkan sebelumnya. Tidak mendadak atau bahkan memaksakan. Mungkin salah satu unsur ‘siap’ anak adalah sudah mencapai usia yang diijinkan untuk mengemudi, sudah belajar cara mengemudi, sudah punya SIM, sudah bisa menjaga pergaulan sehingga tidak akan kebut-kebutan.

Saya mengawali artikel ini dengan kesempatan bertemu dengan kesiapan. Banyak orang yang bekerja keras setiap harinya untuk mendapatkan sejumlah uang. Namun ketika pengelolaan atau pengaturan uang tersebut salah, Anda tidak siap mengambil kesempatan. Banyak artikel-artikel tentang pengaturan keuangan, namun sejauh mana merubah hidup Anda?

Terkadang Anda mungkin tidak mengganggap penting bahwa keuangan harus diatur atau dikelola sebaik mungkin. Sebagian orang masih mempunyai anggapan bahwa uang saya seberapapun jumlahnya tidak perlu diatur karena toh akan habis juga.

Namun, keuangan Anda ibarat sebuah usaha, anda perlu melakukan perencanaan keuangan supaya penghasilan yang diperoleh tidak habis seketika. Apalagi ketika Anda telah terdaftar menjadi Anggota MCU, Anda harus membayar sejumlah kewajiban dalam bentuk TASKA dan TAMARA.

Mengapa TASKA dan TAMARA disebut sebagai kewajiban?

Budaya menabung dan merencanakan dana sangat sulit diwujudkan jika tidak ada ‘paksaan’. Hal ini dapat kita lihat dari berapa banyak dana yang dipotong langsung untuk menabung?, sangat sedikit sekali. Sekurang-kurangnya hal ini merupakan tantangan MCU untuk mengedukasi Anggota dalam melatih untuk disiplin menabung serta membayar angsuran kredit.

Agar bisa melakukannya dengan baik dan dengan senang hati, Anda harus mengetahui mengapa hal ini penting untuk dilakukan. Ada tiga hal dasar yang harus Anda pahami mengapa rencana keuangan itu penting.

pengaturan keuangan

pengaturan keuangan

pengaturan keuangan

Kesulitan mengatur keuangan, tidak hanya dialami segelintir orang saja. Banyak masyarakat modern sekarang ini, atau mungkin juga Anda mengalami kesulitan dalam mengatur keuangan setiap bulan yang Anda terima. Tidak jarang malah, Anda sering kehabisan uang sebelum pertengahan bulan. Hal ini bisa jadi karena Anda tidak mengelola gaji Anda dengan baik.

Namun ada cara jitu bagaimana mengelola gaji bulanan Anda dengan bijak.

Buat Anggaran Bulanan

Rencanakan anggaran bulanan Anda. Mulailah membuat daftar pengeluaran bulanan untuk kebutuhan menjadi dua bagian. Untuk kebutuhan primer seperti makan, ongkos bekerja, tagihan listrik, cicilan rumah, cicilan motor dan lain sebagainya. Sedangkan untuk kebutuhan tersier, buatlah anggaran untuk shopping, traveling, hingga anggaran hangout dengan teman-teman atau rekan kerja Anda.

Segera Bayar Tagihan

Saat mendapatkan gaji, hal yang pertama Anda lakukan adalah membayar semua tagihan Anda di awal. karena apabila anda menundanya, akan menimbulkan hutang yang harus dibayarkan pada bulan berikutnya.

Segera Potong Untuk Tabungan

Jika selama ini Anda terbiasa menyisihkan sisa gaji untuk tabungan, kali ini cobalah menyisihkan gaji untuk tabungan sebelum Anda menggunakannya untuk keperluan sehari-hari.

Buat Laporan Keuangan Sederhana

Simpanlah struk belanja yang Anda dapatkan setiap kali berbelanja. Catatlah semua pengeluaran Anda setiap harinya. Selain cara ini membantu Anda mengetahui kemana saja uang yang digunakan selama ini, ini juga dapat membantu Anda menganalisa barang-barang apa saja yang sebenarnya tidak harus Anda beli di bulan yang akan datang.

Memiliki Dua atau Lebih Rekening Tabungan

Buatlah dua rekening bank yang berbeda. Gunakan satu rekening untuk kebutuhan sehari-hari Anda seperti, menerima gaji, membayar tagihan, dan belanja. Dan untuk rekening lain dapat Anda gunakan khusus untuk menabung. Buatlah jumlah minimal berapa persen yang harus Anda tabung dari gaji bulanan Anda. Lakukan halnya seperti kewajiban yang harus Anda penuhi setiap bulannya.

Bijaksana Menggunakan Dana Kredit

Dengan berbagai kemudahan Kredit Tanpa Agunan atau yang sejenis, harus dapat memanfaatkannya dengan bijak. Karena perlu Anda ketahui bahwa untuk bisa hidup dengan layak, alokasi dana yang digunakan untuk membayar angsuran kredit maksimal sebesar 30% dari total penghasilan yang diterima selama sebulan.

Lakukan Perbandingan

Melakukan perbandingan antara pengeluaran dengan anggaran. Hal terakhir ini wajib Anda lakukan, untuk mengetahui apakah pengeluaran Anda sesuai dengan anggaran yang sudah dibuat, atau malah melebihi dari anggaran yang telah Anda buat. Jika yang terjadi seperti itu, sudah seharusnya Anda melakukan revisi terhadap anggaran tersebut. Bandingkan dengan catatan pengeluaran harian Anda, untuk mengetahui untuk kebutuhan apa saja Anda mengeluarkan dana yang besar.

Bijaksana Menggunakan Uang

Tidak hanya membiasakan diri mencatat semua pengeluaran Anda saja, Anda juga harus membiaskan diri untuk selalu mematuhi peraturan keuangan yang sudah dibuat. Menggunakan dengan bijak uang yang Anda terima, adalah salah satu cara menghargai usaha den kerja keras yang sudah dilakukan.

Pada Koran Harian Kontan, tanggal 03 Mei 2017 terdapat sebuah artikel mengenai Indeks Kebahagiaan. Hal yang menarik untuk disampaikan pada artikel ini bahwa, ada korelasinya uang yang disimpan (ditabung) dengan kebahagiaan. Pada riset yang dilakukan serta serangkaian diskusi tentang kebahagiaan, salah seorang responden kewarganegaraan Kanada menyatakan bahwa di usia 40 tahun, yang terpenting dalam mengelola uang adalah seberapa banyak yang dapat disimpan, bukan seberapa banyak yang diperoleh. Kebahagiaan menjamin seberapa banyak dana yang kita simpan.

Secara psikologis, kebahagiaan yang menyertai perjalanan seseorang dalam beraktivitas akan memicu spirit positif. Semakin sering kita mengusung spirit positif ini, semakin kuat perasaan kita saat menemui hal-hal negatif seperti kendala dalam mencapai tujuan.

Riset bidang ini menunjukan, perasaan negatif seperti pesimisme, cenderung melemahkan diri sendiri atau mudah menyalahkan orang lain maupun diri sendiri akan mendikte pikiran pada hal-hal destruktif.

Selamat mengelola keuangan Anda, dan dapatkan kebahagiaannya…

About the author

E. Kirana Dewi

Filipi 4:13|Penyuka Kopi, Kuliner, dan traveling

Leave a comment: