Kesalahan Umum Pebisnis Pemula

catatan pebisnis pemula

Dari Catatan Pebisnis Pemula, simak ulasan Kesalahan Umum Pebisnis Pemula.

Dalam Artikel terdahulu kita telah mengetahui ide-ide bisnis apa yang dapat dicoba oleh seorang Ibu Rumah Tangga. Kali ini kami akan membagikan kesalahan-kesalahan apa saja yang sering dilakukan oleh seorang pebisnis pemula berdasarkan pengalaman kami.

Menjadi seorang enterpreuner sekarang ini menjadi pekerjaan yang sangat diminati oleh orang banyak. Mengapa? Well, kita semua tahu bahwa dizaman yang serba memberi kemudahan saat ini kita cenderung berpikir untuk mendapatkan uang dengan sangat mudah dan cepat. Dan menjadi pebisnis merupakan pilihan yang banyak orang. Dengan bermodalkan prinsip “keluarkan modal kecil hasilkan keuntungan besar” mengapa tidak dicoba. Tidak salah memang, karena kita tahu bahwa konsep keuntungan sendiri adalah pendapatan harus lebih besar dari biaya.

Tapi bukan itu intinya. Kadang kita melupakan satu hal paling penting saat kita akan membuka usaha. Apa itu? Tepat sekali PLANNING atau yang kita kenal dengan Perencanaan. Perencanaan membantu kita untuk mempermudah tercapainya sebuah tujuan, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana kerja. Kemudian muncul masalah baru, ada beberapa tipe orang dalam membuat perencanaan. Ada pebisnis yang membuat planning ala kadarnya tidak memperhatikan hal-hal kecil (detil) yang justru dapat bersifat fatal. Kemudian ada pebisnis yang membuat perencanaan sangat sempurna tetapi kurang eksekusi. Pebisnis tipe terakhir jago membuat planning, eksekusi tepat waktu, tapi kenapa usahanya tidak berjalan mulus, boro-boro untung, modal tergerus terus. Lalu siapa yang salah? Mungkin akan sangat gampang kita menyalahkan planning.

Kita akan belajar dari beberapa kesalahan-kesalahan pebisnis pemula agar menjadi pertimbangan dalam membuat perencanaan. Berdasarkan pengalaman kami mendampingi anggota-anggota yang memiliki usaha, ada beberapa kesalahan umum pebisnis pemula:

1. Dimulai dari kondisi minus

Modal, satu kata yang pasti ada dipikiran kita semua saat akan membuka usaha, dan berbicara tentang modal tentu saja yang ada dipikiran kita semua adalah Uang. Hal yang harus diperhatikan adalah berapa banyak yang dibutuhan dan bagaimana mendapatkannya. Apakah anda menyetorkan dana sendiri atau apakah dana anda 100% berasal dari pinjaman yang berbiaya tinggi?

Banyak teori mengatakan bahwa modal yang paling baik tentunya berasal dari modal sendiri. Lalu, apakah tidak boleh menggunakan dana pinjaman. Gini..gini.. membangun sebuah bisnis artinya kita harus siap dengan segala ketidakpastian. Artinya ketika anda berani memulai dengan modal pinjaman maka kepastian pertama yang menunggu anda adalah mengembalikan pinjaman dengan jasa yang dikenakan. Lalu kapan anda boleh mengajukan pinjaman untuk usaha anda? Setelah usaha yang anda rintis sudah memiliki bentuk dan pola cash flow yang bagus.

Tentu saja perlu diperhatikan berapa biaya pinjama dan pinjaman digunakan untuk meningkatkan omzet. Cara pengelolaan dana penting untuk menentukan strategi pendanaan yang tepat dan anda bisa memutuskan bisnis apa yang tepat untuk anda.

2. Investasi yang Beringas

Anda pernah berpikir ingin membuka usaha tapi yang terpikir oleh Anda pertama kali adalah membeli Gedung, kendaraan roda empat, dan barang-barang yang tidak berhubungan dengan kebutuhan produksi/jualan anda?

Selamat… anda baru saja menjawab poin ini, investasi yang beringas. Agak lebay memang bahasanya tapi perilaku ini berbahaya untuk pebisnis pemula. Hal-hal yang anda pikirkan tersebut dikenal dengan Investasi Non Profit. Betul memang hal-hal tersebut diperlukan, tetapi yang anda rasakan dari semua itu adalah benefitnya saja. Anda ingin jualan gorengan tapi yang anda pikirkan adalah membeli gedung, what..?? Bukankah investasi yang anda butuhkan adalah kompor dan alat penggorengan? Bukankah anda membutuhkan tepung, sayuran dan buah-buahan untuk dimasak?

Coba Anda bayangkan, Anda punya modal pas-pasan kemudian yang pertama kali anda pikirkan saat membuka usaha adalah membeli investasi non profit apakah tidak menggerus modal anda yang pas-pasan itu sedangkan inti dari kebutuhan anda tidak terpenuhi. kemudian bayangkan anda memprioritaskan membeli kebutuhan modal usaha anda kemudian teguh pada pendirian untuk berinvestasi non profit, bukankah yang terjadi selanjutnya anda akan mengusahakannya dari modal pinjaman? Upss… kembali pada poin satu kapan Anda sebaiknya boleh menambah modal pinjaman.

So, bijaklah dalam berinvestasi non profit, bila dirasa belum mampu maka bersabarlah ini ujian. Tunggu sampai anda mampu mengatur arus kas usaha anda dan ada perhitungan profit dari usaha yang anda jalani.

3. Perilaku Konsumtif

Apa yang dimaksud perilaku konsumtif? Perilaku membeli barang atau jasa yang berlebihan tanpa ada pertimbangan yang rasional dan tidak dibutuhkan. Biasanya produk atau jasa tersebut dibeli untuk memperoleh kesenangan atau memenuhi perasaan emosi kita saja. Perilaku ini timbul karena perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sangat tipiisss dan kita gagal paham dalam membedakan keduanya. Tentu saja kita tidak dapat menyamakan kebutuhan kita dengan orang lain karena kita memiliki kebutuhan yang berbeda. Apakah Anda pernah melakukannya?

Kadang saat anda melihat perputaran usaha kita baik, uang dirasa mengalir terus, usaha anda tampak ramai kemudian yang terjadi selanjutnya anda belanja menggunakan uang usaha anda. Sekali lagi saya ingatkan membuka usaha artinya anda berhadapan dengan banyak ketidakpastian, lalu saat Anda melihat usaha anda mulai ramai mengapa anda tidak mulai membuatkan cadangan untuk memback up ketidakpastian tersebut?

4. Tidak Fokus Kepada Satu Bisnis

Mungkin Anda pernah berpikir atau berpendapat semakin banyak bidang usaha semakin banyak penghasilannya, karena kalau gagal disatu bidang usaha kita masih mendapat keuntungan dari yang lainnya. Nyatanya saat berpikir hal seperti itu kita sedang membagi fokus waktu kita kepada hal lain. Padahal sebagai seorang pemula sangat dibutuhkan fokus waktu pada bisnis anda, karena diawal usaha penting bagi kita untuk mengetahui masalah dan membangun solusi secepat mungkin. Waktu jauh lebih berharga dari uang. Mengapa anda fokus pada hal ‘kegagalan’? mengapa Anda tidak fokus kepada bagaimana anda meningkatkan usaha? Mengapa Anda tidak melihat cara mempertahankan usaha anda dan membuat carrier path bagi karyawan anda?

Selain itu, dengan fokus pada satu bidang usaha anda akan meningkatkan value usaha anda. Dengan mencurahkan tenaga dan pikiran anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk mengkonsep usaha anda sedemikian rupa, sehingga akhirnya menjadi usaha yang Unik bukan usaha “Sekedar Jadi” saja. Inilah yang akan menjadi value usaha Anda dibandingkan pesaing, sehingga anda tidak akan melihat pesaing anda menyusul dari samping.

5. Terlalu Banyak Menerima Masukan Tentang Bisnis

Masukan yang cerdas bisa membuat bisnis Anda berhasil. Mengabaikannya bisa membuat Anda kehilangan peluang untuk sukses. Sekarang ini banyak kita temui motivator-motivator usaha yang berkesan menjanjikan usaha anda pasti sukses.

Banyak pula yang menawarkan pelatihan bisnis dengan biaya yang cukup tinggi dengan iming-iming dalam 100 hari anda pasti pulang modal. Akan tetapi, terlalu banyak masukan juga dapat berbahaya. Mengapa? Anda menjadi bingung dengan semua masukan-masukan yang anda terima, hal mana dulu yang harus saya kejar atau ternyata tidak cocok dengan masalah yang anda hadapi. Ibarat anda terkena penyakit kulit tapi anda pergi kedokter spesialis paru, kan gak nyambung..!!!!

Saran untuk Anda pilihlah motivator/konsultan yang khusus bergerak/mendalami bidang yang sedang anda tekuni, bukan disemua bidang usaha.

6. Kurang Jaringan Bisnis

Kesuksesan usaha anda tergantung pada orang-orang yang Anda kenal. Jika Anda tidak pernah berinteraksi dengan konsumen dan ahli dalam bidang Anda maka Anda akan dengan mudah kehilangan peluang usaha. Sebagai seorang pebisnis, Anda harus mengenal dan dikenal banyak orang.Jaringan bisnis akan mempermudah Anda untuk menaikkan omset usaha anda.

Jangan cepat puas dengan konsumen yang anda miliki saat ini teruslah berpikir untuk memperluas pasar dengan karakteristik konsumen yang lebih beragam tentunya.

7. Tidak Profesional

Sebagai pebisnis pemula, biasanya kita akan banyak dibantu oleh Sahabat dan atau Keluarga, dan hal ini menjadi kelemahan kita saat bisnis berjalan. Mungkin Anda pernah mengalami, saat dimana terjadi kesalahan dan dilakukan oleh keluarga sendiri apakah Anda mampu untuk memberi peringatan? Dunia bisnis penuh dengan persaingan, bila anda tidak profesional bagaimana kita dapat memenangkan persaingan ini.

Cara agar dapat mempertahankan profesionalisme dalam usaha anda

1. Membuat Sistem

Mempertahankan profesionalisme dimulai dari pertama kali Anda merancanakan bisnis Anda. Hal ini sangatlah berkaitan. Perencanaan bisnis yang matang akan membuat Anda lebih mudah mempertahankan profesionalisme dengan sistem yang telah terstruktur rapi dari awal. Mitra dan konsumen anda pun akan lebih percaya pada profesionalisme bisnis anda jika melihat bisnis anda memiliki sistem yang baik.

2. Bersikap Positif

Ketahuilah apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan anda. Menjadi seorang profesional bukan berarti tidak memiliki kelemahan, namun orang yang paham akankekuatan dan kelemahannya bisa dan biasa mengelola kedua sisi tersebut. Mengapa perlu dijadikan kebiasaan? Karena bila profesionalisme yang dilakukan hanya karena sebuah tuntutan akan terasa berat dan akan tampak seperti menggunakan topeng. Profesionalisme merupakan kumpulan dari sikap-sikap positif. Maka anda harus membiasakan diri anda menjadi pribadi yang positif dan berusaha mengurangi kebiasaan negatif.

3. Evaluasi Secara Berkala

Seorang profesional akan melakukan evaluasi secara berkala untuk mengukur keberhasilan perencanaannya dan membuat strategi baru dari pembelajaran evaluasi tersebut. Fokus pada hal penting menjadi bagian dalam evaluasi tersebut sehingga akan membantu anda untuk tetap konsisten dengan tujuan.

Nah Calon-calon pengusaha atau pebisnis pemula, demikian beberapa kesalahan umum yang dilakukan pengusaha pemula. Harapan kami, semoga kesalahan-kesalahan tersebut dapat menjadi pertimbangan-pertimbangan Anda dalam membuat perencanaan bisnis. Jangan lupa bahwa untuk membuka suatu usaha perlu direncanakan konsep yang tepat dengan komitmen dan konsistensi dalam menjalaninya.

Selamat berbisnis dan selamat merencanakan kesuksesan.

About the author

Titien Sondang Rohani Sitompul

Anak pertama dari empat bersaudara, lahir dan besar di Kisaran, menyelesaikan studi di Bandung|Perempuan tangguh dan enerjik, pejuang UKM, dan musik adalah jiwanya|Kepala Unit Pendampingan Usaha Anggota

Leave a comment: